Undangan Kerajaan Allah
ARTIKEL PIPA | 27 Juli 2025

MEMBERI DALAM KONTEKS INJIL KERAJAAN ALLAH

“Bukan soal berapa banyak yang kita beri, tapi siapa Raja yang kita layani.”


Di tengah dunia yang semakin cepat dan haus hasil instan, memberi sering kali dimaknai seperti investasi: “Kita beri, agar Tuhan membalas lebih besar.” Kita diajarkan slogan-slogan seperti, “Menabur untuk menuai” atau “Beri sepuluh supaya menuai seratus.” Tapi pertanyaannya: apakah itu benar-benar cara Kerajaan Allah bekerja?

Memberi dalam Injil Kerajaan Allah bukan soal transaksi. Itu soal penyerahan diri.
Bukan soal bagaimana kita bisa mendapat lebih, tapi bagaimana kita bisa mengutamakan Sang Raja — dan menjadi bagian dari pekerjaan-Nya di dunia yang sedang dilanda kekacauan.

✅ Kerajaan Dulu, Semua Ditambahkan

Yesus berkata,

“Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33)

Memberi dalam terang Injil Kerajaan dimulai dari pencarian: bukan mencari berkat, tapi mencari Kerajaan dan kebenaran Allah — pemerintahan-Nya, kehendak-Nya, cara hidup-Nya. Di sinilah letak pembeda terbesar: dunia memberi untuk menerima, sedangkan anak-anak Kerajaan memberi karena sudah menerima.

Apakah kita memberi waktu, tenaga, uang, perhatian, karena kita mau Tuhan membalas? Atau karena kita tahu bahwa Kerajaan-Nya lebih berharga dari segalanya?

✅ Jangan Jemu — Ada Waktu Tuhan

Dalam Galatia 6:9, Paulus menulis:

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”

Kadang, kita tidak langsung melihat hasil dari pemberian kita. Kita mengasihi orang, tapi dibalas kecewa. Kita memberi untuk pelayanan, tapi tak ada yang berubah. Kita melayani dalam diam, tanpa ucapan terima kasih. Tapi di Kerajaan Allah, tidak ada kebaikan yang sia-sia.

Tuhan tidak buta. Ia melihat hati. Ia tahu jerih payah yang dilakukan demi kasih. Dan ketika waktunya tiba, bukan hanya kita yang akan menuai — dunia juga akan melihat bahwa pemerintahan Allah itu nyata.

✅ Tidak Sia-Sia

Paulus menutup pengajarannya dengan kekuatan ini:

“Karena itu, berdirilah teguh… giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58)

Tidak sia-sia — walau dunia tidak mengerti.
Tidak sia-sia — meski tidak viral atau terkenal.
Tidak sia-sia — karena Sang Raja mencatat setiap tetes air, setiap rupiah, setiap doa, dan setiap jam yang diberikan bagi pekerjaan-Nya.

❤️ Memberi dengan Hati Kerajaan

Memberi dalam Injil Kerajaan bukan soal jumlah, tapi soal siapa yang duduk di takhta hati kita.
Bukan soal “apa yang saya dapat,” tapi “siapa yang dimuliakan.”
Bukan soal seberapa besar dampaknya hari ini, tapi seberapa setia kita membangun yang tak tergoncangkan.

Janda miskin yang memberi dua peser dinilai Yesus sebagai pemberi terbesar — bukan karena jumlahnya, tapi karena kerajaannya. Ia memberi seluruh hidupnya kepada Raja.

💬 Penutup

Mungkin selama ini kita memberi dengan pola pikir dunia.
Mungkin kita lelah memberi karena tidak dihargai.
Mungkin kita sedang bertanya, “Apakah semua ini ada gunanya?”

Jawabannya: ya, jika kamu memberi karena Kerajaan Allah.
Karena kamu tidak memberi untuk dunia, atau untuk orang.
Kamu memberi untuk Raja yang memerintah dengan kasih, dan yang akan datang kembali dengan upah di tangan-Nya.

✨ Kutipan Peneguhan

“Tuhan tidak menilai dari besar kecilnya pemberian kita, tetapi dari seberapa besar hati kita tertambat pada Kerajaan-Nya.”
— Injil Kerajaan Allah


Jika artikel ini menyentuh hatimu, bagikan kepada orang lain. Sebab mungkin hari ini, ada orang yang perlu dikuatkan bahwa pemberian dalam Kerajaan Allah tidak pernah sia-sia.  OZ

🔁 Yuk, bahas bareng!
Join Zoom Meeting
Hari: Minggu, 03 Agustus 2025
Waktu : 06:30 WIB | 07.30 WITA | 08.30 WIT

#Memberi #KerajaanAllah #TubuhKristus #KPBI #DoFastProMedia #ProyekBankInjil

Leave a Reply

KURSUS BANK INJIL

Kursus BANK Injil