Cara Menemukan Kebenaran Yang Sejati

HANYA SATU KEBENARAN

Dalam Yohanes 14:6 (AYT) tertulis demikian, “Yesus berkata kepadanya, ‘Akulah jalan, dan kebenaran, dan kehidupan. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.'”  Terjemahan di atas berasal dari versi Ayat Yang Terbuka (AYT).  Tetapi dalam terjemahan Shellabear (1912), diterjemahkan demikian, “Maka kata Isa kepadanya: ‘Aku inilah jalan, dan kebenaran, dan hidup adanya; seorangpun tidak datang kepada bapa melainkan olehku.'”

Jika saudara seorang peneliti, pencari, dan penemu KEBENARAN, maka ROH yang dari ALLAH akan menerangi HATI saudara, bahwa dalam pernyataan di atas, nama YESUS dan ISA itu adalah PRIBADI YANG SAMA.  Tetapi jika hati saudara sudah ada PRADUGA dalam PENELITIAN akibat ketidaksenangan dengan salah satu kelompok agama atau denominasi (di antara penganut agama Kristen), maka Anda akan tetap berada dalam posisi mempertahankan dan memperjuangkan PRADUGA tersebut (bd pernyataan Yunus 4:9, “Selayaknyalah aku marah sampai mati.”).  Pertahanan dan perjuangan yang demikian berasal dari dorongan KEPENTINGAN dan TUJUAN pribadi yang mengingnkan orang-orang yang dijangkaunya menjadi PENGIKUTNYA dan bukan dibawa kepada MESIAS (=KRISTUS = AL-MASIH).

Tetapi jika Anda tidak tertarik untuk meneliti / mencari / menemukan kebenaran, dan hanya ikut arus saja, maka Anda sama sekali tidak peduli dengan kebenaran, sebab Anda hanya menginginkan yang mudah bagi Anda.  Anda akan berlaku seolah-olah menjadi pahlawan penengah agar tidak ada perdebatan, tetapi tanpa sadar Anda sedang berada pada pihak yang menentang kebenaran.

Ya, perdebatan memang tidak diperlukan dalam Kerajaan Allah, tetapi KETELITIAN dan PENGUJIAN TERHADAP SETIAP ROH (=baca AJARAN, itu harus dilakukan seperti dalam 1Yohanes 4)

Berbeda lagi jika ada orang yang hanya bertujuan untuk melawan dan menentang setiap pandangan yang muncul.  Orang seperti itu hanya mencari-cari kesalahan lawan bicara dan sampai akhir pasti tidak pernah menerima apa-apa.

Sekarang mari memandang kepada Isa Al-Masih/Yesus Kristus.  Dia bersabda, “AKULAH KEBENARAN”.  Dengan demikian, mari pastikan bahwa tidak ada satu pun dari antara manusia, apa lagi dari antara golongan serta aliran mana pun yang dapat disebut sebagai ‘KEBENARAN’.

FIRMAN ALLAH ADALAH KEBENARAN SEJATI

Isa atau Yesus itu adalah FIRMAN ALLAH YANG TELAH MENJADI MANUSIA.

Semula, semua perkataan hanya berasalah dari Allah (Kej 1-2).  Firman Allah itu adalah firman kebenaran, yang kemudian kita kenal dengan INJIL (Ef 1:13).  Tetapi kemudian SI PENDUSTA, yaitu IBLIS memperdengarkan ‘firman dusta’ kepada HAWA dan selanjutnya Hawa memadukan firman kebenaran yang dari Allah dan firman dusta yang dari iblis.  Firman (perkataan) hawa itu sampai kepada ADAM dan ADAM pun menaatinya.  Ternyata firman/perkataan yang keluar dari hasil pikiran manusia itu sama dengan pikiran iblis (Mat 16:23).

Meskipun demikian, Allah terus berfirman kepada manusia dengan berbagai bentuk dan cara hingga firman Allah itu menyatakan wujudNya dalam rupa manusia Isa Al-Masih/Yesus Kristus (Ibr 1:1-3; Yoh 1:1-5, 14)

Jadi apa itu kebenaran?

Pertanyaan tersebut pernah ditanyakan oleh Pilatus kepada Yesus/Isa seperti telah tertulis:

Kata Pilatus kepada-Nya: “Apakah kebenaran itu?” (18-38b) Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya. (Yoh 18:38 TB)

Di sini Pilatus TIDAK MENEMUKAN KESALAHAN ISA/YESUS, tetapi juga TIDAK MENEMUKAN KEBENARAN.  Tetapi Pilatus justru berperan untuk membunuh ISA/YESUS atas politik agama YAHUDI (Kata Pilatus kepada mereka: “Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu.” Kata orang-orang Yahudi itu: “Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang.” Yoh 18:31 TB). Jadi siapa sebenarnya pembunuh ISA/YESUS: Pilatus atau para pemimpin agama Yahudi?  Tetapi melalui pemberitaan Injil, Petrus berkata: “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.” (Kis 2:23 TB)

INJIL ADALAH KEBENARAN ALLAH

Kebenaran Allah nyata melalui perbuatan kasih-Nya dengan mengutus Sang Anak Tunggal yang datang dari pada-Nya (Yoh 3:16).  Dosa, kesalahan, dan pelanggaran manusia nyata dari ketidakpercayaannya kepada perbuatan besar Allah melalui kedatangan Sang Firman yang menjadi manusia (Yoh 16:8-11).  Itu sebabnya kebenaran Allah itu nyata dari berita Injil yang menyatakan bahwa Mesias itu harus menderita, mati karena dosa manusia, tetapi bangkit pada hari yang ketiga sesuai kesaksian Kitab Suci (Lih Luk 24:4-47; 1Kor 15:1-4).  Siapa yang menolak berita Injil tetap di bawah kuasa dosa dan hukuman Allah.

RAHASIA BAHASA ASLI DARI INJIL (FIRMAN ALLAH)

Bahasa Aram, Ibrani, dan Yunani adalah bahasa asli dari tulisan dalam Kitab Suci menurut pandangan para ahli.  Tetapi bahasa asli yang sebenarnya adalah perkataan Allah yang tidak diubah arti baik dari dasar, cara, dan tujuan.  Itu sebabnya telah tertulis demikian,

“Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,  sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” (2Ptr 1:20-21 TB).  Jadi bahasa asli itu adalah bahasa Roh Allah yang menterjemahkan Injil dalam telinga dan hati para pendengar.  Dengan demikian, maksud dari firman yang tertulis itu sampai kepada setiap orang percaya seperti telah tertulis:

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2Tim 3:16-17 TB)

Oleh sebab itu, setiap tulisan dan perkataan yang disampaikan dengan banyak istilah dan nama, bukanlah masalah apabila dasar, cara, dan tujuannya hanya satu.  Kebenaran itu hanya satu meskipun 1001 kata yang digunakan.  Tetapi dusta itu nyata ketika satu kata diartikan dengan 1001 pengertian.  Banyak perkataan dalam satu pengertian dilakukan oleh para rasul dengan belajar kepada Isa/Yesus yang menggunakan banyak perumpamaan tetapi hanya satu maksud yaitu INJIL KERAJAAN ALLAH.  Perhatikan kesaksian berikut: “Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.” (Kis 2:40 TB)

Karena itu seharusnya tidak ada masalah dengan nama ISA atau YESUS atau YASHUA atau istilah nama yang berbeda yang dikenakan kepada DIA YANG TELAH BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI PADA HARI YANG KETIGA KARENA DOSA MANUSIA.  Meskipun menggunkan bahasa atau terjemahan yang berbeda, tetapi apa bila penjelasan dan pengertian yang menyertai nama itu sudah nyata dan jelas.

Banyak di antara para pemimpin dan pembicara di kalangan Kristen yang mengagungkan nama ISA/YESUS, tetapi inti berita mereka adalah MUJIZAT, TANDA, PENGETAHUAN.  Selain itu, mereka tidak bersungguh-sungguh membawa orang-orang kepada YESUS/ISA, tetapi mereka hanya bersungguh-sungguh memakai nama YESUS/ISA untuk membawa orang kepada ALIRAN dan KELOMPOK PERSEKUTUAN KEROHANIAN yang mereka dirikan (bd Mat 7:21-23 yang memakai nama yang sama tetapi ternyata divonis sebagai PENJAHAT; Hanya satu dasar kelompok orang percaya, 1Kor 3:11; Hanya satu pendiri gereja, Mat 16:18)

Selain itu, jika alasan menggunakan nama YESUS untuk menjangkau Kristen, dan nama Isa untuk menjangkau Islam, lalu nama Yashua untuk menjangkau siapa? Yahudi/Israil?

BAHAYA PENYESATAN

Masalah yang lebih berbahaya di antara umat Allah, bukanlan lima krisis global yang sudah dinyatakan dalam Kitab Suci, melainkan penyesatan (Mat 18:7; 24:4-11).

Cara yang Allah telah sediakan untuk menjaga umat-Nya dari bahaya penyesatan (=kebinasaan) adalah pemeliharaan umat dalam berita, ajaran, nasihat, dan kepemimpinan yang sama dan hanya satu yaitu Injil yang murni (Mat 24:13-14; Yoh 15:1-15; Kol 1:28-29; Gal 1:6-9).

Penyesatan itu bukan datangnya dari mereka yang tinggal di luar umat, melainkan mereka yang dari luar lalu menyusup di tengah-tengah umat (Mat 7:15; Mrk 13:22; Kis 20:29-30; 2Ptr 2:1)

Penyesatan bukan dari antara kawanan domba, melainkan dari mereka yang menyebut dirinya sebagai pemimpin.  Di antara para pengikut Al-Masih/Kristus sendiri sudah ada peringatan yang tegas bahwa setiap kita adalah saudara, dan pemimpin kita hanya satu (Mat 23:8-10).  Jadi seharusnya bagi umat milik kepunyaan Allah sudah dapat mengenal siapa para pemimpin yang datangnya dari Allah dan siapa yang datang kepada Anda sebagai pemimpin palsu.

Tugas dari para pemimpin pilihan Al-Masih/Kristus adalah untuk memperlengkapi umat bagi pekerjaan pengabdian dan pembangunan tubuh-Nya dan takluk kepada Sang Kepala (Ef 4:11-15).  Tetapi para pemimpin pilihan manusia, yaitu mereka yang mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin atau yang diangkat oleh manusia dan kelompok tertentu berdasarkan aturan-aturan mereka sendiri, mereka itu dapat dipastikan bekerja karena kepentingan dirinya dan kelompoknya.  Hati-hati dengan mereka itu, dan jika anda pernah melakukan itu, maka waktunya sekarang mendengar panggilan Allah melalui berita kebenaran, yaitu Injil.

Oleh sebab itu, kita semua harus sadar bahwa istilah penginjilan dan penggembalaan sudah memiliki muatan pengertian yang lain dari maksud utama pemberitaan dan pengajaran Injil.  Itu sebabnya gerakan misionaris dan penanaman gereja itu tidak lagi murni sesuai maksud pengutusan dari pada nabi dan para rasul seperti dalam Kitab Suci.  Dahulu para nabi dan para rasul bersatu dan mengumpulkan umat bagi Allah.  Sekarang umat berusaha bersatu, tetapi para utusan dan para pengumpul umat berusaha memecahkan umat karena mereka itu memang tidak pernah satu dalam berita, terutama ajaran, nasihat dan kepemimpinan yang mereka anut.  Perpecahan itu bukan lagi dari umat, melainkan dari antara para pemimpin yang menyebut dirinya sebagai penginjil dan gembala dan saling berebut memiliki umat.  Mereka telah menjadikan dirinya sebagai Mesias yang menjadi Pemimpin, Penguasa, dan Pemilik dari domba-domba milik kepunyaan Allah.  Dalam kenyataanya, domba-domba milik Allah itu akan binasa karena ajaran dan cara kerja para pemimpin umat itu (Yeh 34:1-23; bd. 1Kor 3:17; lih Yoh 10:1-18).

Jadi sekarang apa yang harus kita lakukan?  Tiga pertanyaan berikut ini penting untuk mendapat penyelesaian, bukan sebagai bahan diskusi saja.  Pernyataan dan pertanyaan yang tidak pasti penyelesaianannya hanya gosip dan curhatan.  Firman Allah selalu menyatakan keberhasilan karena semua masalah sudah dinyatakan jalan penyelesaiannya.

  1. Apa yang dapat mempersatukan umat Allah? Lawan dari pemisahan adalah kesatuan.
  2. Bagaimana cara kita melakukannya bersama? Lawan dari sendiri adalah tim.
  3. Bagaimana kita menyelesaikannya? Lawan dari mengundurkan diri adalah setia.

Selengkapnya, ikuti setiap pertemuan Forum Obrolan, Teleconference, dan Conference Proyek BANK Injil.

Meeting starts in :

00
days
00
hours
00
minutes
00
seconds

Satu Kebenaran Banyak Kepalsuan

Session date: Sat-08-23
Category: Renungan Baru, Development
Duration: 1 hour 15 minutes
Timezone: Asia/Jakarta

Satu Kebenaran Banyak Kepalsuan

Cara Menemukan, Memegang Teguh, dan Menyaksikan Kebenaran Allah

Bagaimana membedakan antara kebenaran dan kepalsuan?  Perlu ada ukuran untuk memastikan sesatu itu benar atau tidak.  Permasalahnnya karena manusia tidak tahu kebenaran, tetapi seolah banyak tahu kesalahan.

Manusia yang tinggal dalam dosa melihat kesalahan dan dosa setiap hari, tetapi sulit baginya melihat kebenaran.  Akibatnya, manusia saling menaruh curiga kepada sesamanya apa lagi jika ia menyadari bahwa dirinya adalah korban dari ajaran dan janji-janji palsu.

Kita seharusnya tidak lagi mencari tahu banyak peri hal kesalahan, apa lagi hanya mencari-cari kesalahan orang lain.  Yang kita perlukan adalah penemuan kebenaran di luar manusia, karena semua manusia telah bersalah.  Tetapi orang-orang yang masih mempertahankan kebenaran dirinya biasanya ia menerima kebenaran dan kemudian mencampurkannya atau memanfaatkannya bagi pembenaran dirinya.

Tetapi bagaimana mendefinisikan sesuatu benar atau salah?
Dalam dunia ilmu pengetahuan, kebenaran diukur berdasarkan pikiran manusia.  Dalam dunia agama, kebenaran diukur berdasarkan sistem yang mengaturnya.  Dalam budaya dan peradaban kebenaran diukur berdasarkan kekuatan leluhur.  Apakah ada dunia lain lagi yang menjadi ukuran dari kebenaran?  Dimana letak kebenaran Allah?  Apakah kebenaran Allah dapat dicampurkan dengan kebenaran manusia?  Apakah mungkin bagi manusia menerima kebenaran Allah dan bagaimana caranya?

Selengkapnya, ikuti pembahasannya hanya di Forum Obrolan Renungan Baru (FORB) Sabtu, 18-Agustus-2023, pukul 18:30-19:30 WIB
Baca juga artikel SATU KEBENARAN BANYAK KEPALSUAN

Satu Kebenaran Banyak Kepalsuan
Satu Kebenaran Banyak Kepalsuan

Jika Anda membutuhkan bantuan tentang artikel dan teleconference, hubungi kami melalui email: info@proyekbankinjil.comWhatsApp , Telegram, atau segera bergabung dengan kami dalam Community BANK Injil Group.

Dukung Proyek BANK Injil

Beri Dukungan

2 thoughts on “CARA MENEMUKAN KEBENARAN YANG SEJATI”
  1. Sangat bersyukur karena semakin diperjelas, bahwa satu-satunya kebenaran hanya lah Isa Al-Masih Yesus Kristus sang pemilik jiwa, trimakasih untuk Tuhan dan untuk para abdi Allah 💖

Leave a Reply

KURSUS BANK INJIL

Kursus BANK Injil

Warning: getimagesize(#): Failed to open stream: No such file or directory in /home/u8199657/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/media.cls.php on line 793

Fatal error: Uncaught ErrorException: md5_file(/home/u8199657/public_html/wp-content/litespeed/css/f1ad517de819eb67bb59a661852fc124.css.tmp): Failed to open stream: No such file or directory in /home/u8199657/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimizer.cls.php:130 Stack trace: #0 [internal function]: litespeed_exception_handler() #1 /home/u8199657/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimizer.cls.php(130): md5_file() #2 /home/u8199657/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimize.cls.php(837): LiteSpeed\Optimizer->serve() #3 /home/u8199657/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimize.cls.php(330): LiteSpeed\Optimize->_build_hash_url() #4 /home/u8199657/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimize.cls.php(264): LiteSpeed\Optimize->_optimize() #5 /home/u8199657/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): LiteSpeed\Optimize->finalize() #6 /home/u8199657/public_html/wp-includes/plugin.php(205): WP_Hook->apply_filters() #7 /home/u8199657/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/core.cls.php(477): apply_filters() #8 [internal function]: LiteSpeed\Core->send_headers_force() #9 /home/u8199657/public_html/wp-includes/functions.php(5420): ob_end_flush() #10 /home/u8199657/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): wp_ob_end_flush_all() #11 /home/u8199657/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(348): WP_Hook->apply_filters() #12 /home/u8199657/public_html/wp-includes/plugin.php(517): WP_Hook->do_action() #13 /home/u8199657/public_html/wp-includes/load.php(1270): do_action() #14 [internal function]: shutdown_action_hook() #15 {main} thrown in /home/u8199657/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimizer.cls.php on line 130