Saya percaya bahwa banyak orang tidak menolak kebenaran. Mereka hanya belum menemukan jalan untuk melihatnya dengan jelas.
Ada orang yang hidup dalam tekanan, tetapi tidak tahu bagaimana membawa bebannya kepada Kristus. Ada orang yang rajin beribadah, tetapi batinnya tetap gelisah. Ada orang yang membaca banyak hal, tetapi belum menemukan terang yang menuntun langkahnya. Ada orang yang bertanya, tetapi tidak menemukan jawaban yang membawa dia kepada pertobatan, iman, dan pengharapan.
Di titik seperti inilah saya melihat pentingnya tulisan.
Tulisan dapat menjadi teman perjalanan bagi orang yang sedang mencari jalan. Tulisan dapat menjadi jembatan bagi mereka yang belum siap berbicara langsung. Tulisan dapat menjadi ruang sunyi tempat seseorang membaca, merenung, dan mulai mendengar panggilan Allah.
Hidup yang Berat Membutuhkan Terang
Manusia sering memikul beban yang tidak tampak. Ada beban keluarga, pekerjaan, masa depan, dosa, luka, rasa gagal, kehilangan, dan kebingungan. Tidak semua beban dapat dijelaskan dengan cepat. Tidak semua luka dapat diselesaikan dengan nasihat singkat.
Karena itu manusia membutuhkan terang.
Bukan terang yang hanya membuat dia merasa lebih baik sesaat, tetapi terang yang menuntun dia kepada Kristus. Bukan jawaban yang sekadar menenangkan emosi, tetapi Injil yang membongkar, menyembuhkan, memanggil, dan membentuk hidup baru.
Saya menulis karena saya melihat bahwa hidup manusia tidak cukup dijawab dengan motivasi. Manusia membutuhkan Injil Kerajaan Allah. Manusia membutuhkan kabar bahwa Allah tidak meninggalkan ciptaan-Nya. Allah memanggil manusia kembali melalui Kristus. Roh Kudus bekerja untuk menginsafkan, menuntun, dan memampukan orang percaya hidup menurut kehendak Allah.
Tulisan yang Menjadi Jalan Awal
Tidak semua orang langsung datang ke pertemuan. Tidak semua orang langsung mau mengikuti kursus. Tidak semua orang langsung berani bertanya. Namun banyak orang masih mau membaca.
Karena itu tulisan dapat menjadi jalan awal.
Satu artikel dapat membuka kesadaran.
Satu paragraf dapat menolong seseorang berhenti dan memeriksa hidupnya.
Satu pertanyaan dalam tulisan dapat membuat seseorang kembali mencari Allah.
Satu kalimat yang benar dapat menjadi benih yang terus bekerja dalam hati.
Saya tidak menganggap tulisan sebagai pengganti persekutuan, pengajaran, atau pelayanan langsung. Namun tulisan dapat membuka pintu menuju semuanya itu.
Dari tulisan, seseorang dapat masuk ke KPBI untuk belajar.
Dari tulisan, seseorang dapat datang ke PIPA Kristus untuk diteguhkan.
Dari tulisan, seseorang dapat membawa pertanyaannya ke FORBI-ABIM.
Dari tulisan, seseorang dapat mulai melihat bahwa hidupnya tidak harus berjalan tanpa arah.
Menulis dengan Beban Injil
Setiap penulis memiliki beban. Beban saya adalah menolong pembaca melihat hidup dalam terang Injil Kerajaan Allah.
Karena itu saya tidak ingin menulis hanya untuk membuat pembaca kagum. Saya ingin menulis supaya pembaca ditolong. Saya tidak ingin tulisan hanya tampak indah. Saya ingin tulisan menjadi jalan yang dapat dilalui. Saya tidak ingin tulisan berhenti sebagai wacana. Saya ingin tulisan mendorong pembaca datang kepada Kristus dan belajar kepada-Nya.
Inilah sebabnya beberapa tulisan saya memakai bentuk yang sederhana. Bukan karena kebenaran itu dangkal, tetapi karena jalan masuk perlu dibuat jelas. Orang yang sedang berat hidupnya tidak selalu membutuhkan istilah yang rumit. Ia membutuhkan terang yang dapat dilihat, kalimat yang dapat diikuti, dan arah yang dapat dijalani.
Identitas Penulis dalam Proyek BANK Injil
Dalam Proyek BANK Injil, saya belajar menempatkan diri sebagai abdi. Seorang abdi tidak menempatkan dirinya sebagai pusat. Seorang abdi menerima tugas, mengerjakan bagian, dan bertanggung jawab kepada Tuannya.
Karena itu identitas saya sebagai penulis tidak dapat dipisahkan dari panggilan pengabdian. Saya menulis sebagai orang yang sedang belajar taat. Saya menyusun bahan sebagai orang yang ingin menolong orang lain belajar. Saya mengembangkan Proyek BANK Injil sebagai bagian kecil dari kerinduan melihat Injil Kerajaan Allah diberitakan, diajarkan, dinasihatkan, dan membentuk kepemimpinan umat.
Jika ada pembaca yang mengenal saya melalui tulisan, saya berharap mereka mengenal arah yang saya bawa: bukan kepada diri saya, tetapi kepada Kristus.
Pesan Penutup
Menulis adalah pekerjaan yang sunyi, tetapi dapat dipakai untuk membuka jalan bagi banyak orang. Seseorang mungkin membaca sendirian, tetapi Roh Allah dapat memakai kebenaran untuk menyentuh hati, membuka pikiran, dan menuntun langkahnya.
Karena itu saya akan terus menulis sejauh Tuhan memberi kesempatan, kekuatan, dan terang.
Saya menulis untuk menolong orang menemukan jalan.
Jalan itu bukan gagasan saya.
Jalan itu adalah Kristus, Injil-Nya, dan Kerajaan Allah yang dinyatakan di bumi.
Kiranya setiap tulisan menjadi undangan bagi pembaca untuk datang, belajar, bertobat, percaya, dan hidup sebagai abdi yang dapat dipercaya.