Kembali ke Blog
KPBI

Mengapa Saya Menulis tentang Injil Kerajaan Allah

Mengapa Saya Menulis tentang Injil Kerajaan Allah

Saya menulis bukan karena semua hal sudah saya pahami. Saya menulis karena saya terus dipanggil untuk belajar kepada Kristus, mendengar Injil-Nya, dan melihat kembali hidup manusia dalam terang Kerajaan Allah.

 

Di tengah banyaknya suara, pendapat, ajaran, kegelisahan, luka, dan kebingungan zaman, saya melihat satu kebutuhan yang sangat mendesak: manusia perlu kembali mendengar Injil Kerajaan Allah. Bukan hanya mendengar agama. Bukan hanya mendengar motivasi. Bukan hanya mendengar nasihat moral. Manusia perlu mendengar berita bahwa Allah memerintah, Kristus adalah Tuhan, dan Roh Kudus diberikan supaya manusia dapat hidup kembali menurut kehendak Allah.

 

Tulisan-tulisan saya lahir dari kegelisahan itu.

 

Saya melihat banyak orang lelah, tetapi tidak tahu kepada siapa harus datang. Banyak orang aktif dalam kegiatan rohani, tetapi belum tentu sungguh belajar kepada Kristus. Banyak orang memiliki banyak pertanyaan, tetapi jawaban yang diterima sering hanya menambah perdebatan. Banyak orang ingin melayani, tetapi belum diperlengkapi dengan terang Injil yang utuh.

Karena itu saya menulis.

 

Menulis sebagai Bentuk Pengabdian

Bagi saya, menulis bukan sekadar menyusun kata. Menulis adalah salah satu bentuk pengabdian. Melalui tulisan, saya berusaha menyusun kembali apa yang saya terima, pelajari, gumulkan, dan lihat dalam terang Firman Injil Kerajaan Allah.

 

Saya tidak ingin tulisan hanya menjadi pendapat pribadi. Saya ingin setiap tulisan menjadi jalan masuk bagi pembaca untuk melihat Kristus, mendengar panggilan-Nya, dan memahami bahwa hidup manusia tidak dapat dipisahkan dari Kerajaan Allah.

 

Kerajaan Allah bukan sekadar topik rohani. Kerajaan Allah adalah satu-satunya pemerintahan, panggilan, dan realitas hidup bagi mereka yang percaya kepada Kristus. Karena itu, tulisan tentang Injil tidak boleh berhenti pada pengetahuan. Tulisan harus menolong orang bertobat, percaya, belajar, diperlengkapi, dan hidup sebagai abdi yang dapat dipercaya.

 

Dari Kegelisahan Menjadi Jalan Pelayanan

Saya menyadari bahwa banyak orang membutuhkan ruang belajar yang sederhana, terarah, dan dapat diikuti. Dari situlah lahir kebutuhan untuk menyusun bahan, kursus, artikel, buku, dan pertemuan-pertemuan yang menolong orang memahami Injil Kerajaan Allah.

 

Tulisan-tulisan ini kemudian terhubung dengan Proyek BANK Injil.

 

BANK Injil saya pahami sebagai Berita, Ajaran, Nasihat, dan Kepemimpinan Injil Kerajaan Allah. Berita Injil harus diberitakan. Ajaran Kristus harus diajarkan. Nasihat Injil harus meneguhkan. Kepemimpinan Injil harus membentuk umat untuk hidup dalam kehendak Allah.

 

Dari sinilah KPBI, PIPA Kristus, dan FORBI-ABIM mendapat tempatnya.

 

KPBI menjadi ruang belajar dan perlengkapan.

PIPA Kristus menjadi ruang persekutuan dan peneguhan.

FORBI-ABIM menjadi ruang tanya jawab agar pergumulan hidup diterangi oleh Injil.

 

Semua ini bukan proyek yang berdiri sendiri-sendiri. Semuanya adalah bagian dari perjalanan yang sama: menolong orang datang kepada Kristus, belajar kepada-Nya, hidup dalam Kerajaan Allah, dan mengambil bagian dalam pekerjaan Allah di bumi.

 

Identitas Seorang Penulis

Saya ingin dikenal bukan terutama sebagai orang yang banyak menulis, tetapi sebagai seorang yang sedang belajar menjadi abdi Kristus.

 

Jika ada identitas yang saya harapkan terlihat melalui tulisan-tulisan ini, maka identitas itu adalah ini: seorang pelajar Injil, seorang saksi yang terus dibentuk, dan seorang abdi yang ingin dapat dipercaya dalam pekerjaan Kerajaan Allah.

 

Saya tidak menulis untuk membangun nama pribadi. Saya menulis supaya pembaca dapat melihat jalan. Saya menulis supaya orang yang lelah dapat mendengar panggilan Kristus. Saya menulis supaya orang yang bingung dapat menemukan arah. Saya menulis supaya gereja-gereja, keluarga, komunitas, dan orang percaya dapat kembali melihat Injil Kerajaan Allah sebagai terang hidup.

 

Pesan Penutup

Setiap tulisan yang saya hasilkan masih perlu diuji, diperbaiki, dan terus ditundukkan kepada Kristus. Namun arah dasarnya tetap sama: membawa pembaca melihat Kristus, mendengar Injil Kerajaan Allah, dan melangkah dalam terang Roh Allah.

 

Jika Saudara membaca tulisan-tulisan ini, saya berharap Saudara tidak berhenti pada penulisnya. Lihatlah kepada Kristus. Dengarlah Injil-Nya. Masuklah dalam perjalanan belajar, bertobat, percaya, diperlengkapi, dan hidup sebagai abdi Kerajaan Allah.

 

Itulah sebabnya saya menulis.



Ditulis Oleh

Onekhesi Zega

Kontributor dan Abdi Proyek BANK Injil. Rindu melihat Kerajaan Allah nyata di bumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Kami